Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label dark poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dark poem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2020

Pria di Persimpangan Ruko



Suatu mula ku dapati ia menggergaji kayu-kayu 'tuk dijadikannya rak

terkadang ia bertransaksi

dalam skenario lapak transaksi uang kuno

 

Pagi tadi ia bercengkerama dengan lain lelaki mengenai harga dan krisis

Siangnya ia merapikan sepatunya dengan gunting, dikikisnya yang berserabut

Esoknya ia termangu pada langkah ibu kota

 

Dua hari berikutnya aku makin pandai membaca gelagat

Ia mengepak kaleng-kaleng kaca berisi manisan buah delima yang merah merekah

Sehingga ketok palulah aku; ia adalah pegawai toko kue

 

Suatu hari lagi perangainya enyah dari sekitaran

Begitu juga hari-hari setelahnya

Padahal aku suka melihat potret getir dan keterasingan, untuk dapat bersyukur

 

Dua hari berikutnya ia kembali mewujud di hadapanku

Di meja ditaruhnya dompet dan setumpuk uang

Dijilati lembar demi lembar dengan liurnya

Persis seperti mandor toko di film-film kenamaan

 

Belakangan aku sering memergokinya disumpahserapahi empunya toko

Naluriku meronta pada ketimpangan kelas

Ini lebih dari sekadar pencideraan profesionalitas

Ada kuasa yang berperan

 

Kali kedua ia tak lagi merunduk bak ayam kehujanan

Perlawanan kecil dipaksakan keluar dari bilur kesakitannya

Bagus! Sesekali buruh memang harus melawan

 

Kamis, 04 Oktober 2018

Di Negeri Para Pendosa

Di negeri para pendosa tidak ada dakwah, yang ada hanya nyinyir
Di sana orang tak akan menekuk lutut sambil memejam 
Kecuali untuk kepentingan buang hajat dan kamar 
Tak usah kau pertanyakan, karena kau juga punya sisi pendosa
Di sana orang berkedok, semuanya berlagak jadi pelakon
Orang suci dan netral menyebut itu sandiwara, dagelan, kethoprak, hingga pertunjukan
Boleh saja.
Asal jangan sebut seni
Seni itu karya
Di negeri para pendosa, orang-orangnya tidak pamerkan itu sebagai "keahlian" pada Curriculum Vitaenya 
Bagi mereka keahlian akademik adalah pencitraan; yang fungsinya untuk genap-genap saja
Asal cuplik bukan masalah


Ah di negeri ini bahkan setan saja dicerca
Tapi sekali lagi; itu gimik
Di negeri para pendosa gimik itu wajib
Kalau kau mengenal skripsi dengan bobot SKS yang besar, ya samalah dengan gimik
Pendosa sejati adalah pekerja gimik tulen 
Makanya orang kerap keliru
Soalnya mereka luwes betul gonta-ganti topeng
Didik Ninik Thowok saja kalah
Di negeri para pendosa pula tak ada rumah sakit jiwa
Karena para bandit lebih butuh pandai besi, pengrajin
Ya kalau boleh meminjam cetak birunya Unilever; itulah penunjang sustainable living plan mereka
Di negeri itu juga aku tidak menemukan Ibu
Karena mereka telah berbelasungkawa pada para sanak kerabat sendiri
yang ada hanya aku si pendosa yang terpuji di antara kepentinganku dan pendosa lain



Another Post You May Interest

Your Hardliner

going to a grocery market wanna buy you a bouquet of bliss to celebrate us for not any order then the servant just tell me an anec...

What's Popular?