Cari Blog Ini

Sabtu, 21 Desember 2013

Carut Marut Puisi



Jam karet mendetik, menyeret jarumnya
Arloji patah hati dan baterai yang nyaris mati
Kami tidak punya puisi untuk sahur nanti
Hanya kedelai beragi dan nasi yang hamper basi
Dan segelas air tuba yang menggondok

Seorang laknat dari jalanan kota
Menahan amarah dalam pingitan
Rakyat jelata sambat sana-sini
Mengaduh kenaikan harga barang
Maunya serba bersubsidi

Bulan Ramadhan bulan yang gemar dandan
Maklum sebentar lagi  lebaran
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan
Janganlah engkau minta cinta pada penyair,
Tetapi mintalah pada Allah, sang pemberi hidup
Terik menarik matahari keubun-ubun
Kami mengisi lambung dengan dahaga sendiri
Menghindari kemewahan duniawi
Peluh mengeluh jatuh ke baju
Menikmati debu jalanan

Hari ini aku pulang kelewat waktu
Lebih petang dari gembala pulang merumput
Bedug digebuk,
Membuka telinga orang bebal
Kepala keluarga memimpin doa

Another Post You May Interest

Your Hardliner

going to a grocery market wanna buy you a bouquet of bliss to celebrate us for not any order then the servant just tell me an anec...

What's Popular?