Cari Blog Ini

Kamis, 20 September 2018

Jasa Perantara


Senin lalu aku berkunjung tatap pada sebuah rumah

dindingnya tersusun rapi dari papan kayu

Aku langsung bisa membaca usianya dari ruas-ruas kayu yang tergores

Mataku sedikit tergelitik pada sebuah lubang besarLotengnya ambrol; ku rasa muat untuk persembunyian anak lima tahun

Apakah angin menyapanya sedemikian riang?

Memang udaranya kelampau gigil pagi itu, bulu kudukku saja tak kuasa menahan belaiannya 

 Lubang itu menyuarakan cericit kian lantang  

seolah pasukan tikus di sana belum puas menggelar hajatan semalam suntuk

Aku menaruh curigapada sebuah kuburan baru yang ku lewati beberapa langkah sebelumnya

Taburan mawar sedari tadi mengarak langkahkudan berhenti tepat ketika suara cericit itu memecah lengang

Mungkin Beliau ingin menyampaikan salam perpisahan pada tikus-tikus loteng itumelalui aku

Baiklah Tuan

Sepertinya sang empunya sengaja mewariskan lubang besar itu

Siapa lagi kalau bukan untuk mereka yang berseliweran di gang itu

Kalaupun beliau memilih seorang pengembara seperti aku, dan bukannya warga setempat

Ah kau tahu benar cara menyanjungku Tuan


Sesekali akan ku siulkan salam kehangatan suam-suam kuku


P. S: Jangan tanya apakah ini sejenis puisi. Sebab tak pernah ada yang benar-benar puisi. Sama halnya dengan kamu yang tak pernah benar-benar puas pada satu cara mencinta.

Another Post You May Interest

Your Hardliner

going to a grocery market wanna buy you a bouquet of bliss to celebrate us for not any order then the servant just tell me an anec...

What's Popular?