Ada banyak luka di tubuhnya
Gadis itu, seorang tegar berkepercayaan aliran Samawi
Selalu membawa doa dalam setiap goresan lukanya
Ia bersyukur karena setiap lukanya diberkati dengan ratap doa
Artinya, suatu kejadian memang digariskan untuk terjadi
Bahwasannya kita perlu menyadari segala apa di sekeliling kita, kengerian duniawi
Ia akan semakin dikuatkan di setiap goresan luka baru di tubuhnya
Gadis itu mengharu biru menyentuh setiap lukanya
Merendam bekas luka itu pada tampungan air matanya
Menyekanya dengan senyum bahagia, sebahagia saat ciuman pertama
Luka memang selalu meninggalkan bekas dan kenangan
"Bekas adalah yang kasat mata sedangkan kenangan hanya ada di sini", begitu katanya
Tentu saja tidak. Tentu jawabannya tidak selugas itu
Kenangan tidak tinggal di kening yang ia cucuk dengan jari telunjuknya
Itu bersenyawa dalam memoria pikiran kita
Gadis itu berpesan, "Sungguh, bekas yang nampak mungkin tidak sengeri dan setangis saat kenangan itu diciptakan."
