Cari Blog Ini
Jumat, 27 Juni 2014
Lima Belas Poin dari Si Penulis
1. Siapa aku yang hanya bisa menulis hingga renta
2. Mengilhami tangan ini untuk melabuhkan sederet imajinasi
3. Bicara cinta, hidup, maupun yang empunya hidup
4. Siapa aku yang bukan aktivis akapela di kapel sang Maha puisi
5. Dari sini.
6. Kita dapat menafsirkan kata yang tak sempat tersentuh
7. Meluruskan kata yang khilaf
8. Menambah perbendaharaan kata untuk si ‘tukang perintah’
9. Yang mungkin terkadang sudah tak berjeroan lagi
10. Tapi diri ini menolak lupa
11. Kelompok sejenis kami ini banyak
12. Aku menyukai tata eksterior yang dapat mengoyak hati
13. Sering disalahkan karena kata yang kerap melebamkan mata
14. Mungkin terlalu cepat, tapi aku ingin berhenti saja di angka lima belas
15. Namun diri ini tak akan pernah berhenti untuk mendendangkan kata-kata
Another Post You May Interest
Your Hardliner
going to a grocery market wanna buy you a bouquet of bliss to celebrate us for not any order then the servant just tell me an anec...
What's Popular?
-
Senin lalu aku berkunjung tatap pada sebuah rumah dindingnya tersusun rapi dari papan kayu Aku langsung bisa membaca usianya dari ...
-
Aku bukan petualang jauh yang membaku hantam ombak Tidak seperti gadis kecil yang merangkai kapal dan melipat jala, seperti yang di-ode-k...
-
Saya bisa saja jadi seniman Saya menyeringai, orang heran Saya manyun, orang kepingkel-pingkel Punya topeng jago akting Ya ampun, apa y...
-
Melihat jingga di matamu adalah kekaguman paling romantis dari seorang wanita sepertiku Duduk di pesisir sini sembari melontarkan banyo...
-
Dari kelopak matamu Aku melihat semesta yang bernapas Kehebatan alam liar seakan memergokiku yang kikuk di hadapanmu Matamu se...
-
Di negeri para pendosa tidak ada dakwah, yang ada hanya nyinyir Di sana orang tak akan menekuk lutut sambil memejam Kecuali untuk kepe...
